Penerimaan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) Badan Pusat Statistik Sebanyak 600 Taruna Maret 2017

Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) merupakan lembaga pendidikan tinggi negeri yang memiliki ikatan dengan lembaga pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan. Sebagai contoh, STAN merupakan PTK di bawah naungan Depertemen Keuangan, STIS berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik, dan AMG berada di bawah naungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. PTK memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan perguruan tinggi lain. Antara lain, biaya kuliah yang terjangkau, bahkan gratis dan fasilitas ikatan dinas.

Ikatan dinas adalah fasilitas yang diberikan oleh beberapa PTK di mana lulusannya mendapat jaminan pekerjaan saat lulus, dan diangkat sebagai pegawai tetap di mana sebagian besar merupakan Pengawai Negeri Sipil (PNS). Bahkan untuk sebagian PTK, terdapat fasilitas penggangkatan sebagai CPNS walaupun mahasiswa yang bersangkutan belum menyelesaikan pendidikannya. Sebagian PTK juga memberikan fasilitas gaji atau uang saku kepada mahasiswanya, baik yang telah diangkat sebagai CPNS ataupun belum. Jika ada pendapat bahwa semua PTK itu memiliki fasilitas ikatan dinas, pendapat itu salah. Namun, semua PTK memiliki akses jenjang karir sebagai pegawai di lembaga pemerintah yang membawahinya. Sehingga untuk sebagian PTK mewajibkan lulusannya mengikuti tes CPNS terlebih dahulu sebelum diangkat sebagai CPNS di lembaga pemerintah yang dimaksud.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberitahukan kepada Putra-Putri terbaik lulusan SMA atau sederajat.
Pada Tahun Anggaran 2017 akan dibuka penerimaan Calon Siswa-siswi/Taruna-Taruni pada Kementerian/Lembaga yang mempunyai Lembaga Pendidikan Kedinasan, sebagai berikut:

6. Badan Pusat Statistik (STIS)

Jumlah diterima: 600 Orang
1. PENDAHULUAN

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) akan menerima kembali mahasiswa baru tahun akademik

2017/2018 yang berstatus ikatan dinas sebanyak 600 orang dengan rincian:

a. Program Studi Diploma III Statistika (150 orang)

b. Program Studi Diploma IV Statistika ( 350 orang)

c. Program Studi Dipolama IV Komputasi Statistik ( 100 orang)

Lulusan Program Diploma III akan mendapat gelar Ahli Madya Statistik (A.Md.Stat.) dan

diangkat sebagai calon aparatur sipil Negara Golongan 2C dan ditugaskan sebagai Kordinator

Statistik Kecamatan (KSK) pada wilayah-wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara,

Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara lulusan Program Diploma IV akan mendapat gelar Sarjana Terapan Statistika

(S.Tr.Stat.) dan diangkat sebagai calon aparatur sipil Negara Golongan 3A dan akan ditugaskan

sebagai tenaga ahli statistika/komputasi statistik di kantor BPS

Pusat/Propinsi/Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Indonesia.

Selama masa pendidikan, mahasiswa tidak dibebani biaya pendidikan dan akan diberikan

uang saku (tunjangan ikatan dinas) sesuai ketentuan/peraturan yang berlaku.

 

2. SISTEM SELEKSI PMB STIS

Untukdapatmengikutiseleksi PMB STIS, calonmahasiswaharusmemenuhisyarat-syaratberikut:

a. Sehat jasmani dan rohani (dapat dan layak bekerja dan beraktivitas, baik di dalam

ruangan maupun di lapangan), tidak buta warna, dan bebas narkoba.

b. Program Diploma IV (350 mahasiswa):

- Lulusan SMA/MA Jurusan IPA; atau

- Siswa SMA/MA Jurusan IPA Tahun Ajaran 2016/2017 kelas XII;

- Nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 7,00 pada rapor kelas XII

semester I;

c. Program Diploma III (150 mahasiswa):

(Khusus Pendaftar yang berdomisili pada wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku

Utara, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka

Belitung)

- Lulusan SMA/MA Jurusan IPA; atau

- Siswa SMA/MA Jurusan IPA atau IPS Tahun Ajaran 2016/2017 kelas XII;

- Nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 7,00 pada rapor kelas XII

semester I;

d. Umur tidak lebih dari 22 tahun per 1 Oktober 2017.

e. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di STIS sampai

dengan pengangkatan PNS;

f. Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain;

g. Bersedia mematuhi peraturan STIS.

h. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus

seleksi dan akan mengikuti pendidikan di STIS;

i. Setelah lulus pendidikan di STIS, bersedia ditempatkan di unit kerja Badan Pusat Statistik

(BPS) sesuai penempatannya di seluruh wilayah Indonesia sampai ketingkat

kabupaten/kota.

Seleksi PMB dilakukandalam 4 (empat) tahap sebagai berikut:

a. Tahap I : Tes Potensi Akademik meliputi: Matematika dan Bahasa Inggris

b. Tahap II : Tes Kemampuan Dasar (TKD)

c. Tahap III : Tes Psikotes

d. Tahap IV : Tes Kesehatan

Setiap tahapan seleksi dilaksanakan di seluruh Ibukota Propinsi dan beberapa Ibukota

Kabupaten secara serentak dan berlaku system gugur. Tes tahap I (potensi akademik) dilakukan sendiri

oleh STIS. Tes Tahap II (Tes Kemampuan Dasar) dilakukan bekerjasama dengan Badan Kepegawaian

Nasional (BKN). Tes tahap III (Psikotes) dilaksanakan oleh STIS bekerjasama dengan lembaga psikologi

yang kompeten. Tes tahap IV (Kesehatan) dilaksanakan bekerjasama dengan Rumah Sakit TNI/Polri di

masing-masing propinsi.
Selengkapnya silahkan klik disini

loading...

Leave a reply "Penerimaan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) Badan Pusat Statistik Sebanyak 600 Taruna Maret 2017"

Author: 
author